JAILOLO – Krisis ketersediaan obat di RSUD Halmahera Barat, Jailolo, memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Barat. Lembaga legislatif itu berencana membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki persoalan kelangkaan obat sekaligus menelusuri buruknya pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Rencana pembentukan pansus muncul setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait sering kosongnya stok obat serta menurunnya kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Ketua Fraksi Golkar–PAN DPRD HalBAR, Dasril Usman, menilai kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan perlu segera ditangani secara serius. “RSUD adalah fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat. Jika obat sering kosong, maka yang paling dirugikan adalah pasien,” katanya, kemarin
Menurut Dasril, DPRD memberikan perhatian serius terhadap kondisi RSUD Jailolo, terutama sejak rumah sakit tersebut menerapkan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2018.

