Solidaritas Warga Banemo Melawan Kembali Gelar Aksi

Aksi demonstrasi Solidaritas Warga Banemo Melawan

HALTENG – Masyarakat Kecamatan Patani Barat yang mengatasnamakan Solidaritas Warga Banemo Melawan kembali menggelar aksi demonstrasi, pada Rabu (20/5/2026), dengan memblokade ruas jalan lintas Patani tepatnya di jalur Remdi.

Aksi tersebut sebagai bentuk tekanan keras kepada pemerintah dan kepolisian, menyusul ditemukannya ranjau di areal perkebunan serta kasus pembunuhan Ustadz Ali Abas yang hingga kini pelakunya belum terungkap.

Ketegangan memuncak sejak 18 Mei 2026, saat warga menemukan sejumlah ranjau darat di kawasan perkebunan Woyobalo, wilayah hutan Desa Bobane Indah. Temuan ini menjadi bukti nyata adanya kelompok bersenjata atau pelaku teror yang bergerak bebas di dalam hutan Patani Barat (perkebunan warga) mengancam nyawa dan mata pencaharian warga.

Kemarahan semakin memuncak karena kasus pembunuhan sadis terhadap mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustadz Ali Abas, yang tewas pada 2 April 2026, hingga hari ini tidak ada kejelasan, belum ada pelaku yang ditangkap, dan seolah diabaikan penanganannya. Warga menilai keamanan wilayah ini runtuh, dan penegak hukum lambat bertindak.

“Rasa aman kami hilang. Ada ranjau di kebun kami, ada pembunuhan tak terselesaikan, kelompok pengancam berkeliaran bebas. Kami tidak punya jalan lain selain menutup akses ini sampai ada jawaban nyata,” ujar koordinator aksi di lokasi.