JAILOLO – Pergantian kepemimpinan di RSUD Jailolo menjadi momentum pembenahan tata kelola rumah sakit, termasuk keterbukaan pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat di Jakarta mendesak direktur yang baru dilantik membuka penggunaan anggaran kepada publik sebagai bentuk transparansi.
Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, mengatakan, keterbukaan pengelolaan anggaran menjadi langkah awal untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
“Kami menantang Direktur RSUD Jailolo yang baru agar membuka seluruh penggunaan anggaran BLUD kepada publik. Kalau memang pengelolaannya sesuai ketentuan, tidak ada alasan untuk menutup informasi yang menjadi hak masyarakat,” katanya, melalui keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026)
Menurut Sahrir, transparansi anggaran penting mengingat masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan dan kualitas layanan.

