HALTENG – Jalur lintas Kobe-Ekor sudah bisa diakses melalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Meski kondisi jalan masih dalam bentuk jalan tanah dan belum mulus namun jarak tempuh hanya memakan waktu sejam lebih. Hal ini sudah bisa dipastikan apabila jalan telah dihotmix maka jarak tempuh lebih cepat lagi.
Terkait hal itu Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji pasca melakukan pengecekan langsung di lapangan, menyampaikan bahwa pembangunan ruas jalan ini menjadi bagian dari upaya membuka akses antardaerah sekaligus memperkuat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di dua wilayah yang memiliki ikatan kuat dalam falsafah Fagogoru.
Bupati Ikram menjelaskan, gagasan percepatan akses Halteng–Haltim telah dibahas sejak 2023, saat dirinya menjabat Penjabat Bupati Halmahera Tengah. Ketika itu, Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, bersama pimpinan DPRD Haltim bertemu untuk mendiskusikan upaya memperkuat konektivitas kedua daerah.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat tiga jalur yang menjadi perhatian, yakni Bicoli–Sakam, Maba–Sagea, dan Kulo–Ekor. Jalur Kulo atau Kobe – Ekor kemudian dikembangkan melalui pembangunan oleh pemerintah kedua kabupaten hingga membuka akses lintas wilayah.
Menurut Ikram, konektivitas ini penting karena masyarakat Halteng dan Haltim memiliki kedekatan sosial budaya yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan, sebagian masyarakat Desa Ekor telah memanfaatkan jalur tersebut untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan di wilayah Halmahera Tengah. “Halmahera Tengah dan Halmahera Timur merupakan dua daerah Fagogoru yang memiliki hubungan sosial dan budaya yang erat. Karena itu, keterhubungan jalan ini penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kedua daerah,” ujarnya.
