MOROTAI – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menerima sebanyak 1.198 pengaduan dari petani yang terdampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pengaduan tersebut diterima melalui layanan pengaduan yang dibuka selama pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026. Hingga malam penutupan festival, laporan yang masuk berasal dari 21 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tahmid Bilo, mengatakan layanan tersebut disediakan untuk menampung laporan petani terkait kondisi lahan pertanian dan tanaman yang terdampak musim kemarau maupun Karhutla.
“Berdasarkan data yang dihimpun hingga penutupan festival, pengaduan terbanyak berasal dari Kecamatan Morotai Timur dengan jumlah 927 petani dari 15 desa,” ujar Tahmid, Sabtu (31/10/2026).
Selain Morotai Timur, pengaduan juga berasal dari Kecamatan Morotai Selatan sebanyak 226 petani dari lima desa. Sementara di Kecamatan Morotai Utara tercatat 45 petani dari satu desa.
