Menurutnya, kekerasan yang dilakukan Kades terhadapnya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Sampai salah satu RT diminta untuk mengambil video atas aksi kekerasannya tersebut.
“Yang saya tahu tindakan ini direncanakan itu, karena setelah dia (Kades) pukul pa saya dia bilang dia pa saya, so tunggu pa saya satu bulan lalu, nanti hari itu (Jumat) baru dia dapa pa saya,” timpal Gabriel.
“Baru pada saat Kades pukul pa saya itu, Kades suruh salah satu RT ambil video pake Kades pe handphone,” sambungnya. Ia bahkan mengaku bingung, karena merasa tidak ada masalah pribadi dengan Kades, atau warga di desa.
“Saya juga bingung saya pe kesalahan apa, saya tidak ada masalah pribadi dengan Kades, atau masalah di desa. Kalau memang saya ada salah ya panggil pa saya di kantor desa, bukan pukul saya di jalan,” kesalnya.
Ditempat yang sama, orang tua korban Katrina Ali, menegaskan akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Karena apa yang dilakukan Kades terhadap anaknya sangat tidak manusiawi.
