Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Ambil Ore di Lokasi Baru, PT FPM Didemo - FajarMalut.com

Ambil Ore di Lokasi Baru, PT FPM Didemo

PT. FPM di demo

WEDA – Ikatan Pelajar Mahasiswa Sagea-Kiya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT. First Pacific Mining, Rabu (18/08/2021). Lantaran sejumlah kebijakan perusahaan tambang nikel tersebut dinilai banyak masalah.

Massa menuntut PT FPM segara menghentikan mengeruk ore di lokasi yang baru, sebelum ada addendum dokumen amdal. Massa aksi juga menurut pihak perusahan segera melakukan sosialisasi kewajiban perusahaan terhadap masyarakat terkait CSR, dan segera merekrut tenaga kerja lokal, khususnya dari Desa Sagea dan Kiya.

Koordinator lapangan Sahrul Hasib mengatakan, kebohongan publik telah dilakukan manajemen perusahaan dan camat setempat. Sebelumnya, kata dia, perusahaan telah melakukan sosialisasi di Taman Kuliner Desa Sagea, namun dalam sosialisasi itu yang disepakati hanya pemuatan sisa ore lama. “ Namun kesepakatan berujung kemunafikan. Perusahaan tersebut telah melakukan produksi atau penggarukan ore di lokasi baru tanpa sosialisasi dan pembaruan amdal,” ucapnya.

Senada, Mardani Harid dalam orasinya menyampaikan, perusahaan diduga telah melanggar regulasi yang ada. Sebab melakukan pengerukan ore di lokasi di luar areal perusahan tanpa pembaruan amdal dan sosialisasi kepada masyarakat. “ jika perusahaan tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran serta memboikot seluruh aktivitas pertambangan,” pungkasnya.

Aksi itu pun mendapat respon pihak perusahan. Mereka mengaku telah meminta camat menyampaikan ke masyarakat agar perusahaan dapat menggaruk ore di lokasi baru sebanyak 20 ribu kubik. “ Sebab perusahaan membutuhkan ore sebanyak 17 ribu kubik. Kalau tidak sampai target itu, maka PT IWIP tidak menerima ore tersebut,” ucap Mahmud.

Mahmud yang juga Manajer PT. Branjangan yang merupakan subkontraktor PT First Pacific Mining membenarkan, perusahaan memang melakukan sosialisasi untuk pemuatan ore lama. Hanya saja, camat dan dua kepala desa datang ke kantor menanyakan kapan produksi dilakukan dan mengaku siap membantu untuk ritualnya. “ Ini bahasa yang dikeluarkan camat dan dua kepala desa,” ujarnya.

Terkait dengan tuntutan rekrutmen karyawan dari dua desa itu, pihaknya mengaku tetap mengutamakan karyawan lokal Sagea-Kiya. “ Kalau perusahaan butuh tenaga kerja maka tetap melakukan pemanggilan,” tandasnya. (udy)

Berita Terkait