Doa-doa yang menempuh jarak bermil-mil
Membawa segala resah dan gelisah yang tak kecil
Hati siapa yang tega membiarkan tangis pecah
Perempuan mana yang tak peduli pada lelaki bernasib siksa
Aku, tanjung, pasir putih, dan puisi
Mengarang nasib demi nama seorang kekasih
Pernah berhenti, angkat tangan
Tapi aminmu bawakan harapan
Meski kata tak seampuh doa
Lelaki berharap puisinya penenang sesaat yang tak sesat
Sebab dari tanjung dan pasir putih yang hampir terlupa
Ia lebih dekat pada taat karena cinta sudah lebih dari niat
Pengkhianat tetap berakhir dikhianati
Tak mau bernasib sengsara seperti Taruwese yang khianat
pada Nukila
Lelaki rela berpeluk siksa membawa diri pada sepi yang
menyala
Menghela nafas adalah perjuangan
Di antara kenyataan dan harapan, puisinya minta diaminkan
Oh kekasih…
Aminkanlah segala pinta, segala cita
Moga hati tak lalai merawat pandang mata
Sebab dari Tanjung Soa-Sio dan pasir putih Tuguiha
Tempat berpulang segala doa dan cita
Lelaki menanti jumpa yang baginya adalah ibadah
“Janganlah lelah
Sebentar lagi jarak akan kalah
Sebab cinta telah aminkan segala pinta yang berselimut resah
Juga gelisah yang berpeluk siksa”
Begitulah isi surat kabar yang kuterima
Pesanmu menguatkan dada
Amin…
Tidore, 29 Desember 2018
Amal Hasanuddin


Berikan Komentar pada "Aminkan"