AMSI Malut Gelar FGD, Melawan Informasi Bohong di Pilkada 2024

“Jadi mungkin kita berpikir smart digital, baik yang dibangun insan pers dan komunitas. Sehingga bisa mengontrol demokrasi sejak awal, menjadi demokrasi yang lebih kuat,” tuturnya. 

Ia mengaku tertarik dengan ide Pusat Pemilih Cerdas yang terhubung dengan media dan komunitas yang fokus pada pemeriksa cek fakta. Sehingga masyarakat bisa bertanya. 

“Dengan adanya ini harus berkolaborasi dengan semua pihak. Lembaga (pusat pemilih cerdas) ini juga berjejaring dengan media nasional, sehingga ketika ada berita hoaks, dapat terjawab dengan cepat,” tuturnya. 

Peserta dari Mafindo menyarankan bakal membuat kegiatan digital lansia dan sekolah kebangsaan yang menyasar pemilih pemula di seluruh masyarakat Kota Ternate. 

“Saya rekomendasi bisa dibuat media khusus untuk meng-counter isu-isu hoaks dan lainnya,” saranya.  

Ketua AJI Kota Ternate, Ikram Salim juga menawarkan pentingnya sama-sama membuat database menggunakan Google Sheets. “Nanti di situ kita yang ada dalam forum ini bisa mengakses Google Sheets. Di situ juga teman-teman bisa memasukan temuan-temuan isu hoaks. Potensi kerawanan informasi bohong terjadi juga ketika semakin mendekat pemilihan,” pungkasnya.(*)