APOTIK Desak Kejari Selidiki Anggaran Obat RSUD Jailolo

APOTIK Temui Kejari Halbar

JAILOLO – Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Obat dan Transparansi Kesehatan (APOTIK) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat segera menyelidiki pengelolaan anggaran obat dan fasilitas kesehatan di RSUD Jailolo.

Desakan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejari Halbar, Selasa (19/5/2026). Massa aksi yang terdiri dari unsur GMNI, GMKI, dan KNPI Halbar menilai, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk RSUD Jailolo belum berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat, terutama terkait ketersediaan obat.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti keluhan masyarakat terkait obat-obatan di RSUD Jailolo yang disebut kerap kosong meski anggaran belanja rumah sakit dinilai cukup besar.

“Padahal anggaran belanja untuk kebutuhan di RSUD Jailolo sangat fantastis, apalagi belanja obat-obatan. Tapi anehnya justru muncul keluhan obat sering kosong hingga fasilitas kesehatan tidak memadai,” teriak salah satu orator aksi.

Massa aksi juga mempertanyakan besarnya alokasi anggaran obat-obatan yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat ke RSUD Jailolo sepanjang tahun 2023 hingga 2024.