APOTIK Desak Kejari Selidiki Anggaran Obat RSUD Jailolo

Mereka menyebut pada tahun 2023 anggaran belanja obat tercatat sekitar Rp 4 miliar, kemudian meningkat pada tahun 2024 menjadi sekitar Rp 4,6 miliar. Selain itu, pada tahun yang sama juga terdapat tambahan alokasi anggaran khusus obat-obatan sebesar Rp 645 juta lebih.

Namun, menurut massa aksi, peningkatan anggaran tersebut belum sejalan dengan kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit, terutama terkait ketersediaan obat bagi pasien.

“Anggaran belanja obat semakin besar dan naik, tetapi mengapa ketersediaan obat di rumah sakit sering habis? Jadi ke mana dana miliaran rupiah tersebut?” kata orator lainnya.

Massa aksi juga meminta Kejari Halbar menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di RSUD Jailolo, termasuk persoalan fasilitas kesehatan yang dinilai belum memadai.

Menurut mereka, penelusuran terhadap penggunaan anggaran penting dilakukan untuk memastikan seluruh belanja obat dan fasilitas kesehatan benar-benar direalisasikan sesuai kebutuhan rumah sakit dan pelayanan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, para pendemo juga menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pihak Kejari Halmahera Barat untuk ditindaklanjuti. (ais)