Ardiansyah Sebut Kota Tidore Tidak Boleh Dipimpin Orang Berwatak Rasis

“Muhammad Sinen sering bilang, kalau lautan itu bukan pemisah, melainkan penghubung antara Tidore dan Oba, pemimpin seperti ini yang dibutuhkan Kota Tidore Kepulauan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ardian menjelaskan, Muhammad Sinen ketika menjadi Wakil Walikota Tidore Kepulauan 2 Periode, berdampingan dengan Ali Ibrahim sebagai Walikota, telah meletakan dasar-dasar peradaban yang pernah di dipelajari oleh bangsa eropa.

Itu dibuktikan dengan perayaan 500 Tahun Ferdinand Maghelan dalam mengelilingi dunia, yang dikemas dalam kegiatan Global Network Of Maghelan Cities (GNMC) yang dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan.

“Jika ada yang datang bicara soal peradaban, sesungguhnya Tidore ini peradabannya jauh lebih besar ketimbang negara-negara luar, bahkan Sultan Tidore pernah berkunjung ke Spanyol pada tahun 2022, disana Raja Spanyol mengakui di hadapan Sultan, bahwa moyang dan buyut mereka belajar peradaban dari Tidore,” ungkapnya.

Bahkan konon katanya, lanjut Ardian lawan politik pernah menjanjikan akan pendidikan dan kesehatan gratis. Janji yang mereka sampaikan itu, sesungguhnya telah dilakukan pada masa kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen.