BOBONG – Ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu akhir – akhir ini terus diguyur hujan menyebabkan genangan air disejumlah titik, termasuk sejumlah perumahan penduduk. Pantauan Fajar Malut, genangan air yang mengancam pemukiman penduduk kota Bobong ini tergenang air saat hujan deras yang diakibatkan sejumlah drainase tak berfungsi.
Salah satunya, drainase gunung merah yang dibangun dengan anggaran Rp. 2 miliar lebih pada tahun 2019 lalu, tidak dapat berfungsi dengan baik lantaran berukuran terlalu kecil. Akibatnya, material galian c yang berasal dari gunung (bukit) merah dengan cepat tertampung ke dalam drainase dan menyebab luapan air yang tercurah keluar dari drainase dan mengalir ke perumahan penduduk, seperti yang terjadi di Dusun Salenga kompleks kebon janda, tepatnya di depan kediaman Wakil Bupati Taliabu.
Genangan air juga mengancam warga Bobong di Dusun Unabua dan Dusun Sangaji akibat saluran drainase yang buruk.
Tidak hanya itu, bahkan salah satu gorong-gorong yang menelan anggaran ratusan juta yang tersedia diantara kantor DPRD dan Kantor Polsek Bobong sudah tak berfungsi sama sekali, karena telah ditutup, sehingga menyebabkan genangan air mengancam perumahan dan kantor Polsek Bobong.
Untung saja, BPBD dan Dinas PUPR segera melakukan penggalian untuk pembuangan air darurat sehingga genangan air yang terjadi di polsek Bobong teratasi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sutomo Teapon ketika dikonfirmasi Minggu (7/6) mengaku, tanggap darurat, pada tahun ini pemerintah pusat telah mengucurkan Rp 11 miliar lebih untuk pembangunan drainase dan penahan banjir.
Anggaran tersebut, sekitar Rp 2 miliar diprioritaskan untuk penanggulangan bahaya longsor dan banjir di kota bobong dengan membangun tembok penahan banjir di Dusun Salenga, kompleks kebon janda Bobong. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, ibu kota bobong kembali diguyur hujan setelah sempat mengalami cerah beberapa jam. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

