“Kemudian teman-teman di speedboat kalau bisa saat keluar harus perhatikan perlengkapan BBM dan lainnya, sehingga kita bisa mengurangi kecelakaan laka laut,” sambung Marjun.
Soal keselamatan di laut, kata Marjun, Basarnas akan selalu membangun komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morotai, untuk mengantisipasi tanggap darurat bila mana ada kecelakaan.
“Tapi memang kami soal musibah atau bencana kejadian-kejadian laka laut di Pulau Morotai kita selalu koordinasi dengan teman teman seperti angkatan laut, Polairud. Kalau sudah masuk dalam pencarian dan pertolongan baru BPBD koordinasi dengan Basarnas, kita lakukan pencarian,” tuntas Marjun.
Sekedar diketahui, berdasarkan data Basarnas Morotai, operasi pertolongan nelayan yang hilang di laut, dan petani yang hilang di hutan sepanjang tahun 2021 hingga 2022 sebanyak 7 orang. (fay)
