Bupati Ikram juga memaparkan perkembangan ekonomi dan fiskal daerah yang terus menunjukkan peningkatan. Pertumbuhan ekonomi Halmahera Tengah pada tahun 2025 mencapai 62,47 persen, dengan sektor industri pengolahan menjadi salah satu motor utama perubahan struktur ekonomi daerah.
Dari sisi fiskal, pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp1,59 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp2,09 triliun pada tahun 2025. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dari Rp189,56 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp396,35 miliar pada tahun 2025, dan mencapai sekitar Rp399,50 miliar pada tahun 2026.
Menurutnya, peningkatan kapasitas fiskal harus diikuti dengan peningkatan nilai fiskal, yakni memastikan setiap kebijakan dan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Oleh karena itu, APBD Halmahera Tengah diarahkan pada berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain insentif bagi ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, janda, penyandang disabilitas dan anak yatim piatu; insentif imam dan pendeta; beasiswa perguruan tinggi; pembangunan rumah layak huni; layanan kesehatan gratis; santunan duka; serta pendidikan gratis bagi siswa SD, SMP dan SMA lengkap dengan seragam, sepatu dan topi setiap tahun.
Untuk sektor pendidikan tinggi, anggaran beasiswa terus ditingkatkan dari Rp19 miliar pada APBD 2025 menjadi Rp31 miliar pada APBD 2026 dan Rp35 miliar pada APBD Perubahan 2026, dengan penerima mencapai sekitar 4.290 siswa. Program beasiswa tersebut juga mencakup ASN Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pemegang KTP setempat sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur daerah.