TERNATE – Lonjakan kasus virus corona di Maluku Utara (Malut) terus terjadi. Kali ini virus corona justru menyebar dan menembus dinding pertahanan dua perusahaan tambang di Malut. Perusahaan yang karyawannya sudah terpapar Covid-19 yakni PT. Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) di Halmahera Utara dan PT Antam di Halmahera Timur.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf menjelaskan, pada Kamis (2/7), mengatakan, terdapat dua perusahaan tambang yang melaporkan ada karyawan mereka yang terkonfirmasi Covid-19. Dari dua perusahaan ini, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 64 orang di PT NHM, sehingga membulatkan data yang diterima bidang data dan informasi (Dating) Gustu Covid-19 Malut menjadi 192 pasien yang berasal dari karyawan perusahaan PT NHM. “Tadi sudah ada karyawan NHM yang sembuh, kebetulan di rawat di lokasi karantina Sahid Bela Hotel Ternate dan dijemput oleh PT NHM. Ada 1 orang,” ungkapnya.
Sedangkan untuk PT Antam, ada kesalahan data yang sebelumnya diterima oleh Gustu Covid-19. Hal itu dibenarkan dr. Alwia Assagaf. Kata dia, pihaknya sudah menerima klarifikasi dari PT. Antam terkait status karyawannya. “Jadi mereka buat release juga disampaikan ke saya. Jadi begitu ada kasus positif karena sebagian karyawan mereka juga tinggal di Desa, di luar dari lingkungan Antam, sehingga menurut analisis mereka, ada hubungan, ada kontak dengan pasien positif yang meninggal di Haltim, ada dua orang,” katanya.
Dijelaskan, perusahaan ini tidak hanya melakukan rapid test kepada karyawannya, tetapi juga memfasilitasi pemeriksaan rapid test. Sehingga total karyawan dan masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test sebanyak 946 orang dan didapatkan hasil reaktif 90 orang ditambah dengan yang di tracking.
Dari hasil rapid test, PT Antam lantas melakukan pemeriksaan swab test kepada 181 orang karyawan dan masyarakat dengan menggunakan jasa Rumah Sakit (RS) Pelni di Jakarta. Sehingga dari 181 orang yang di swab test itu, didapatkan 58 kasus positif. Kemudian dari 58 orang ini, ada 12 orang karyawan PT Antam dari total 46 karyawan yang di swab test. “12 orangnya positif, kemudian ada mitra dari PT. Antam ada 51 yang di swab itu 15 positif, sisanya masyarakat dari 84 yang di swab. Sehingga bukan 58 semuanya dari PT Antam, di data awal memang belum diperoleh dari Gugus Tugas Haltim. Tetapi PT. Antam berinisiatif untuk menyampaikan ke kami, dan ternyata itu yang pegawainya sejumlah 12 orang dan mitra 15 orang,” jelasnya.
12 orang karyawan yang dinyatakan positif corona ini kemudian di karantina di lingkungan PT. Antan bersamaan dengan kelompok mitra dan masyarakat. “Ada juga yang dikarantina di lokasi karantina Haltim, yaitu di Malaria center. Kami juga mengapresiasi PT. Antam karena melakukan sosialisasi dengan mengedukasi masyarakat agar melakukan protokol pencegahan Covid-19, bahkan mereka juga akan bersama dengan Gugus Tugas Haltim untuk turun ke Desa,” jelasnya. (nas)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

