Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Cuaca Buruk, Sejumlah Kapal Mati Mesin - FajarMalut.com

Cuaca Buruk, Sejumlah Kapal Mati Mesin

Basarnas Lakukan Penyelamatan

TERNATE Cuaca buruk di perairan Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir ini  harus diwaspadai oleh pelaku perjalanan dengan menggunakan angkutan laut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti yang terjadi pada Minggu kemarin, sejumlah kapal yang dilaporkan ke Basarnas untuk dilakukan penyelamatan karena mengalami mati mesin di tengah perjalanan ke tempat tujuan, sementara kondisi cuaca buruk saat ini.

Seperti yang dialami kapal Nelayan KM Imanuel 14 dengan kapasitas 24 GT dan penumpang 9 orang mengalami mati mesin di Perairan Batang Dua Kota Ternate, begitu juga kapal body kayu dengan 18 orang mengalami hilang arah di Perairan Selatan Mangoli Kepulauan Sula, termasuk KM. Kosinda yang memuat 33 orang penumpang dengan tujuan Ternate-Joronga Halsel yang mati mesin di tengah perjalanan dan dievakuasi oleh KSOP Kelas II Ternate Minggu dini hari, setelah bertolak dari pelabuhan Bastiong Ternate pada Sabtu (15/01/2022) pukul 09.40 WIT.

Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah mengatakan, kantor pencarian dan pertolongan Ternate menerima laporan dari Aris (Dan Posal Bacan) bahwa kapal KM Imanuel rute Pelabuhan Lata-Lata tujuan pulau Tifure Batang Dua mengalami mati mesin di perairan Pulau Batang Dua Kota Ternate dan membutuhkan bantuan Sar.

Dia mengisahkan,  pada Minggu (16/01/2022)  pukul 08.16 WIT, KM Imanuel 14 dengan kapasitas  24 GT yang dinahkodai Nur K Labao ini bertolak dari pelabuhan Lata-lata menuju ke Pulau Tifure.“ Setelah beberapa jam berlayar, KM Imanuel 14 mengalami mati mesin dan terombang-ambing di Perairan Batang Dua,” katanya.

Dikatakannya, kantor Basarnas Ternate yang menerima laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan Lanal Ternate dan Dit Pol Air Polda Malut untuk melakukan operasi SAR Pukul 13.10 WIT. Tim SAR Gabungan diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan menggunakan kapal KN SAR 237 Pandudewanata.

Selain itu, kata dia, Basarnas juga mendapat laporan karena cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini di Maluku Utara mengakibatkan sebuah Kapal kayu dengan penumpang berjumlah 18 orang mengalami Hilang arah saat sedang berlayar di perairan Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula. Laporan ini diterima Kantor Pencarian Dan Pertolongan Ternate melalui Unit Siaga SAR Sanana menerima informasi tersebut dari Darno Kauhua, Kades Paslal pada Minggu (16/01/2022).

Kata dia,  kapal ini bertolak dari Sanana menuju ke Paslal pada 15.30 WIT, setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, terdapat cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga kapal body kayu tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan dan semantara menambatkan kapal tersebut pada Rompong Masyarakat di sekitar Perairan Selatan Mangoli depan Desa Wasakai.

“Unit siaga sar sanana yang menerima informasi tersebut langsung bergerak untuk melakukan pencarian. Pukul 17.24 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana bersama team SAR gabungan diberangkatkan menuju lokasi dengan menggunakan RIB 01 Sanana,” tandasnya. Sampai berita ini di publish belum ada perkembangan pencairan dan pertolongan yang dilakukan. 

Sementara itu,  Sebanyak 33 orang penumpang beserta Anak Buah Kapal (ABK) KM Kosinda dengan GT 35, pada Minggu (16/01/2022) dievakuasi personel kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate.

Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Ternate, Miraza Polpoke membenarkan peristiwa tersebut. “Iya betul, tim dari KSOP Ternate sudah melakukan evakuasi sejumlah penumpang KM. Kosinda,” katanya kepada wartawan.

Miraza mengatakan, kapal tersebut dilaporkan mesinnya mati di tengah perairan antara Pulau Moti dan Ternate. Jadi dilaporkan ke KSOP Ternate.

Dari kronologis yang mereka dapatkan, dia menjelaskan, kapal tersebut awalnya bertolak dari pelabuhan Bastiong sekira pukul 09.40 pada Sabtu (15/01/2022) dengan tujuan pelabuhan Joronga. Kapal ini membawa penumpang sebanyak 33 orang, penumpang dewasa 23 orang, penumpang anak 10 orang dan ABK sebanyak 5 orang serta bermuatan 25 T/M³. “Kita juga sudah terbitkan SPB sesuai PM 82 tahun 2014 terhadap kapal KM Kosinda yang dinahkodai oleh Manaf Nara,” ungkap Miraza. 

Tentu, Miraza menambahkan, setelah kapal bertolak dari pelabuhan Bastiong menuju pelabuhan Moti, kapal tersebut mengalami mati mesin. Makanya kapal tersebut terombang-ambing di tengah lautan. Dengan situasi itu, nahkoda kapal langsung melaporkan ke petugas KSOP Ternate dan tim langsung bergerak cepat ke lokasi.

“Kita sudah melakukan evakuasi semua penumpang dengan keadaan selamat dan kita juga sudah menderek kapal ke pelabuhan Moti. Sekarang semua sudah berada di pelabuhan Moti, semua penumpang selamat,” ujarnya (cim/nai)

Berita Terkait