TERNATE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate memberikan peringatan dini adanya gelombang laut mencapai 2 Meter hingga 2,5 Meter.
Prakirawan cuaca, Justia P.D Galensong menyatakan, peringatan dini gelombang tinggi ini berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, diantaranya, Perairan Morotai, Perairan Tobelo-Subaim, Perairan Patani-Gebe, Perairan Ternate-Batang dua-Bitung dan Perairan Ternate-Loloda.
“Untuk kategorinya masuk kategori sedang. Namun untuk di wilayah Maluku Utara masuk dalam peringatan dini gelombang tinggi,” kata Justia, Senin (30/11/2020).
Lanjut Justia, pola angin di wilayah Maluku Utara angin bertiup hingga barat laut dengan kecepatan umumnya 2 knot hingga 20 knot.” Namun tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 25 knot atau 50 Kilometer per jam,” sebut Justia.
Justia menghimbau, agar warga terus mencermati informasi yang diberikan oleh BMKG, baik itu terkait cuaca maupun tinggi gelombang, karena mengingat hari ini masih ada potensi hujan lebat disertai dengan angin kencang maupun potensi gelombang tinggi di perairan Maluku Utara.” Diharapkan warga tetap waspada, terutama nelayan lokal yang melakukan aktifitas di bagian perairan Maluku Utara,” tambahnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mengimbau, warga Ternate agar waspada pohon tumbang yang berpotensi terjadi ketika hujan dan disertai angin kencang.
Kepala Dinas BPBD Ternate, M Arif Gani menyebutkan, dengan adanya cuaca hujan disertai angin kencang, bagi warga masih melakukan aktivitas di luar rumah agar waspadai kondisi pohon tumbang dan sebagainya.
“Kita minta agar warga berteduh dulu di rumah hingga situasinya aman baru bisa melakukan aktivitas,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (30/11/2020). Arif menyatakan, apabila warga sedang berada di luar rumah ketika terjadi kondisi cuaca seperti yang ada pada peringatan dini, agar tidak berteduh di bawah pohon karena dapat membahayakan keselamatan.
Di sisi lain, Arif menambahkan, warga juga waspada terhadap potensi kejadian dampak hujan di musim sekarang ini termasuk juga tanah longsor di daerah rawan bencana. “Di musim penghujan ini tentunya warga harus lebih waspada dan ikhtiar,” harapnya. Dikatakannya, untuk di beberapa wilayah yang terjadinya pohon tumbang mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan sudah berada di lapangan.(one)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

