Menurut Komandan Kodim 1508/Tobelo, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi kemarau, cuaca panas, dan angin kencang dapat memperbesar risiko kebakaran serta mempercepat penyebarannya.
Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar 32 titik kebakaran dengan luas lahan kurang lebih 280 hektare yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran, Ramdhani menekankan penerapan pola S3B, yakni Siaga, Siap, dan Bergerak.
Para Babinsa jajaran Kodim 1508/Tobelo diminta selalu siap digerakkan dengan mempersiapkan ransel protap serta perlengkapan perorangan sesuai kebutuhan tugas.
Selain kesiapan personel, Kodim 1508/Tobelo memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan instansi terkait dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.
Komandan Kodim 1508/Tobelo menekankan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan sejak dini. Kesiapan aparat di lapangan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat agar aktivitas pembakaran lahan tidak berkembang menjadi kebakaran yang berdampak lebih luas. (fer)