SANANA – Warga Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) keluhkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tidak tepat sasaran. Bantuan yang diutamakan kepada warga tidak mampu, namun ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang namanya dimasukan ke dalam bantuan tersebut.
Selain ada PNS yang namanya termasuk ke dalam bantuan itu, beberapa hari lalu Kepala Dinas Sosial Kepsul, Rivai A. Masuku pernah menyampaikan jika akan didatangi langsung oleh petugas dari kantor Pos. Akan tetapi, sistem jemput bola itu ternyata tidak berlaku.
Padahal, jemput bola itu untuk menghindari kerumunan, mengingat saat ini wabah virus corona masih terus bergentayangan di mana-mana. Dari informasi yang dikantongi Fajar Malut, warga yang menerima BST yang mendatangi langsung kantor Pos untuk mengambil uang mereka sebesar Rp. 600 ribu.
Rivai A. Masuku saat dikonfirmasi mengaku telah mendapati ada PNS yang namanya masuk dalam BST tersebut. “Sangat tidak bisa, PNS dapat bantuan dari BTS. Kami sudah batalkan PNS yang namanya masuk ke dalam data itu,” katanya, Jumat, (15/5). Rivai tidak mengetahui jika warga mendatangi kantor pos untuk mengambil uang mereka. Karena setahu dia, selain warga Desa Falahu, warga di Kecamatan Sanana yang mendapat BST itu akan didatangi langsung oleh petugas kantor Pos. “Setahu saya penyaluran di Kecamatan Sanana itu, kecuali Desa Falahu, petugas yang datangi langsung ke desa-desa. Besok saya cek ulang,” ucapnya. (nai)


Berikan Komentar pada "Di Sanana, Ada PNS yang Namanya Masuk di BST"