Diduga Lakukan Kekerasan, Oknum Guru Dipolisikan

BOBONG –  Siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Adam Saidirabba (18) melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru hingga siswa mengalami memar dibagian jidatnya.

Menurut Nursiah  (56) orang tua siswa, dugaan tindak kekerasan yang menimpa anaknya, berawal saat anaknya tak di izinkan masuk ke sekolah akibat pintu pagar sekolah di kunci oleh oknum guru (JN), pada Senin (10/2). “Anak saya di pukuli, karena terlambat, meski sebenarnya tidak terlambat, tapi karena guru itu masuk lebih awal, akhirnya pintu masuk sekolah di kunci oleh oknum guru tersebut, sehingga anak saya dan beberapa temannya tetap berada di luar pagar, hingga temannya yang lain selesai apel, anak saya dan beberapa temannya tetap tak bisa di izinkan masuk dan mengikuti apel,” kata Nursiah saat dihubungi wartawan, Selasa (11/2).

Selesai apel, lanjut dia, di saat murid lainnya masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran, oknum guru keluar menyambangi siswa yang terlambat dengan cara mengejar menggunakan kayu. Melihat hal itu teman-teman korban sontak lari berhamburan, karena takut dipukuli.

“Sementara korban tetap berdiri di tempat, karena tak menyangka guru tersebut akan memukulinya, ternyata saat guru itu sudah dekat, langsung dipukuli oleh oknum guru  tepat mengenai jidat hingga memar,” cerita orang tua siswa kepada Fajar Malut.

Perlakuan guru tersebut bukan kali pertama, tapi hal serupa sudah berulang kali dilakukan terhadap siswa lain, namun tidak sampai di bawah ke ranah hokum, karena sering di selesaikan secara kekeluargaan.

“Si guru itu sudah ulang-ulang terhadap siswa-siswi, tapi semuanya diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kali ini untuk anak saya yang jadi korban saya akan proses secara hokum, dan saya sudah laporkan di Polsek Taliabu Barat dan saya aduhkan ke UPTD cabang Dinas Pendidikan yang ada di Pulau Taliabu,” jelas Nursia. Dirinya berharap tindakan kekerasan yang dialami putranya, segera ditindaklanjuti Polsek Taliabu Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Malut, sehingga ada efek jera bagi pendidik yang melakukan penganiyaan kepada anak didiknya.

Terpisah, JN oknum guru yang diduga menganiaya siswa, ketika di konfirmasi via telepon (11/2), dirinya membantah, kata dia tidak menggunakan anak pagar atau kayu, melainkan lante (bambu). “Jadi kayu yang saya pegang itu bukan anak pagar, melainkan lante atau bamboo,” ungkapnya. dia menjelaskan, memar di jidat korban itu bukan sesuatu yang di sengaja. Melainkan ketidaksengajaanan, karena siswa melawan, sehingga terkena jam tangan yang ia gunakan.

“Mereka protes karena saya kunci pintu pagar pada pukul 07.30 Wit, sesuai jam kantor, sementara jam yang si Adam (siswa) pakai masih pukul 07.28 Wit,  sehingga saya bilang ke dia, itu kalau mau protes, mari kita ke kantor atau utus perwakilan, kita bicarakan di kantor. Kemudian karena dia melawan, saya pukul memakai bambu lante, bukan kayu anak pagar. lalu dia tangkis dengan tangannya, tak terima saya melemparkan kertas absen ke arahnya, lalu dia langsung melempar topi yang ia pakai ke saya, saya tidak sengaja tangan kiri saya, karena dia maju terus ka arah saya, langsung terkena jam tangan yang saya pakai mengenai wajahnya” jelasnya.

Namun karena masalah tersebut sudah dilaporkan, maka oknum guru JN mengaku akan pro aktif mengikuti panggilan polisi sebagaimana mestinya. “Saya siap penuhi panggilan polisi,” tutupnya. (bro)

Berikan Komentar pada "Diduga Lakukan Kekerasan, Oknum Guru Dipolisikan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*