TERNATE – Insiden intimidasi terhadap jurnalis terjadi pada laga Malut United vs PSM Makasar di lanjutan pekan ke-25 BRI Super League musim 2025-2026, pada Sabtu (7/3/2026) malam di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Sejumlah wartawan yang melakukan peliputan dilaporkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga upaya penghalangan kerja jurnalistik oleh oknum yang diduga sebagai manajemen tim tuan rumah.
Peristiwa ini bermula saat salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate mendokumentasikan pergerakan perangkat pertandingan usai laga berakhir, Namun oknum tersebut mendatangi yang bersangkutan dan memaksa agar rekaman video segera dihapus.
“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sembari memprovokasi suporter di sekitar lokasi.
Tak hanya intimidasi verbal, oknum tersebut juga meminta petugas keamanan (steward) mengusir para jurnalis dari area tersebut, padahal mereka mengenakan ID Card resmi yang diterbitkan operator liga.
Kondisi ini memicu ketegangan di dalam stadion, karena teriakan dari oknum manajemen Malut United itu membuat sebagian penonton memadati lokasi itu.
Pimpinan media Halmahera Post Firjal Usdek, yang jadi korban dalam insiden tersebut, menyatakan kekecewaannya. Ia menegaskan posisi jurnalis saat itu sudah sesuai regulasi dan berada di area tribun yang diizinkan. “Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” tegas Firjal.
Firjal menegaskan, tindakan intimidasi terhadap wartawan, termasuk memaksa menghapus rekaman video, bertentangan dengan Undang‑Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menjamin kebebasan pers. “Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” tegasnya.
Pertandingan Malut United vs PSM Makasar ini berakhir imbang dengan skor 3-3.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

