MOROTAI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai sudah menggelar pertemuan dengan 11 kepala Sekolah Dasar dan SMP yang belum menerima Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan triwulan I dan II Tahun Anggaran 2026.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas keterlambatan pencairan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekolah, terutama terkait pengelolaan Data Pokok Pendidikan.
Ansar mengatakan keterlambatan diduga akibat kelalaian komunikasi antara operator sekolah dan operator Dinas Pendidikan dalam pengisian data.
“Jika komunikasi antara kedua operator berjalan baik, tentu persoalan ini tidak akan terjadi. Jadi, ini merupakan kelalaian dari kedua operator,” ujar Ansar kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Ansar menjelaskan, pada pertengahan 2025 kemarin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sudah meminta seluruh penerima BOSP agar melengkapi data.

