Menurutnya, pengembangan di Morodadi dan SP 3 merupakan proyek uji coba untuk melihat kemampuan kelapa Bido tumbuh di wilayah dataran tinggi.
“Hasil uji coba menunjukkan bahwa kelapa Bido dapat tumbuh dan berproduksi di dataran tinggi. Ini menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” katanya.
Kata Tamhid, saat ini kelapa Bido tidak hanya potensial sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku industri hilir. Salah satu yang sedang dikaji adalah pemanfaatannya untuk SAF guna mendukung transisi energi di sektor penerbangan.
“Dengan potensi kelapa yang tersebar di berbagai wilayah, Kabupaten Pulau Morotai memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas tersebut dari sektor hulu hingga industri hilir, termasuk sebagai bahan baku energi masa depan melalui pengembangan SAF,” pungkas Tahmid. (fay)