LABUHA – Kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebanyak 30 Puskesmas diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat pencemaran udara dan paparan kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Halsel Asia Hasyim melalui surat kewaspadaan dini yang ditujukan kepada seluruh kepala Puskesmas, langkah ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan, pemantauan penyakit dan kesiapan pelayanan kesehatan menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih kering dan berkepanjangan.
“Seluruh kepala Puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi peningkatan penyakit, khususnya ISPA, disertai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit,” kata Asia.
Asia menjelaskan kondisi kemarau yang lebih kering dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan berpotensi mencemari udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama gangguan pada saluran pernapasan.
“Seluruh Puskesmas diminta memperkuat kegiatan surveilans dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), khususnya melalui pemantauan mingguan terhadap tren penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” tutur Asia.
