Lanjut Yakub, ada sejarah yang tercatat sebelum tahun 1108 yang sampai hari ini tidak ketahui. ternyata, masyarakat adat di daerah-daerah tertentu masih merawat tradisi-tradisi tersebut dan hal ini harus di galih. Menurutnya ini merupakan hal yang menarik jika kemudian diangkat dapat mengundang wisatawan minat khusus ke daerah lebih banyak dan mungkin ini menjadi kekayaan untuk Kota Tidore Kepulauan.
“Orientasi pengembangan kebudayaan kegiatan seperti ini harus terus kita kedepankan, dengan berkolaborasi dan kerjasama bersama para pelaku budaya serta komunitas komunitas yang ada dapat mendatangkan banyak orang. Saya sarankan dimana ada ruang kita buat pameran untuk kita sosialisasikan catatan-catatan sejarah ini kepada semua yang ada ” tutupnya.
Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Maluku Utara Winarto, dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya kegiatan ini dapat mengalih ingatan serta merawat memori kolektif bagi masyarakat yang ada di Kota Tidore Kepulauan. Karena menurutnya tidak semua orang tau atau tertarik dengan cerita masa lalu tetapi melalui Pameran Arsip ini yang ada bahwa kemudian kekayaan budaya indonesia itu dapat membuat orang lain atau bangsa lain akan datang secara berlomba-lomba dan membuat mereka menjadi bangga terhadap kondisi yang ada seperti geografis, kekayaan alam dan budaya yang Ada.
