“Parahnya lagi adik-adik kita yang ikut Jambore di Jakarta terlantar karena tidak ada uang, mereka juga diusir dari Kantor Perwakilan Morotai di Jakarta. Mirisnya lagi, hanya mensuksesi HUT RI ke 77, ngoni mengeluh, pangge seluruh ASN baru baku pot-pot, ceh astaga, daerah model apa ini, ini memalukan,” kecam Haikal.
Disamping itu, kata Haikal, kepemimpinan Umar Ali sebagai Pj Bupati hanyalah boneka dari mantan Bupati Morotai, Benny Laos (BL).
“Saudara Umar Ali ternyata sama saja, dikuasai oleh nomor punggung 72 yang tertulis BL. Ini fakta tidak perlu disimpan-simpan. ini fakta yang diatas telah atur semua yang ada di Morotai. Bapak yang di pusat telah mengatur APBD yang ada di Kabupaten Pulau Morotai. BL yang telah mengatur seluruh skema pembangunan yang ada di Morotai, ini fakta ril,” ungkapnya.
Haikal bahkan mengaku berani menunjukan bukti ketidak netralnya Pj.Bupati yang secara terang-terangan mengkampanyekan mantan Bupati Morotai Benny Laos.
“Kami berani membuktikan proses kunjungan Pj Bupati di Kecamatan maupun di desa-desa, ternyata masih menggunakan atribut BL 72, masih menggunakan kaos yang bertuliskan BL 72, ini ada apa, ini justru beliau telah mengkampanyekan nama besar, ini fakta, bukti-bukti dokumentasi sudah kami kantongi,” cetus Haikal.
