Untuk diketahui, aksi yang dilakukan Masyarakat Bobo ini, karena dipicu oleh dugaan rasisme. Mereka kemudian mendesak Sultan Tidore untuk hadir di tengah masyarakat guna memberikan penjelasan terbuka mengenai sejarah masyarakat Bobo dari perspektif Kesultanan Tidore.
Menurut mereka, penjelasan itu penting untuk menjawab polemik yang berkembang di media sosial maupun di tengah masyarakat.
Selain itu, massa juga meminta Polresta Tidore memberikan penjelasan terkait perkembangan laporan terhadap akun media sosial bernama “D’Facto” yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua. (ute)
