Universitas Khairun kemudian ditunjuk untuk melakukan analisis dampak bencana, pemetaan wilayah relokasi, serta perencanaan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Kajian tersebut mencakup aspek kelayakan lokasi, risiko bencana, kebutuhan infrastruktur, hingga skema pemulihan sosial ekonomi warga pascarelokasi.
Djufri memastikan melalui konsultasi publik kedua, seluruh tahapan penyusunan dokumen akademik telah rampung dan siap diajukan ke pemerintah pusat. “Dengan konsultasi publik kedua ini, seluruh proses penyusunan dokumen telah tuntas,” katanya.
Pemerintah daerah berharap, dokumen tersebut segera ditindaklanjuti sehingga relokasi warga terdampak banjir di Kecamatan Ibu dan Loloda dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. (ais)
