Santoso mengaku bantuan yang diberikan tersebut berupa bodi kapal dan mesin tempel 15 PK, HT (Handi talki), kamera underwater, snorkeling (masker, snorkeling dan Fin).
Lebih lanjut Kepala Loka BSPL Sorong itu menyampaikan secara nasional ada 18 bantuan kepada kelompok masyarakat (Kompak) yang diberikan oleh KKP. Selanjutnya setelah kawasan konservasi ini ditetapkan nanti akan ada pengelolaan.
“Dan pihak pengelola akan melakukan pemberdayaan salah satunya adalah pelatihan dan sebagainya kepada kelompok masyarakat tersebut,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Halteng, Mufti Murhum menambahkan pihaknya sebagai OPD terkait akan proaktif membantu agar usulan ini dapat secepatnya terealisasi.
“Pesan Pj Bupati bahwa OPD terkait proaktif untuk membantu prosesnya. Karena tinggal dua tahapan lagi untuk mengusulkan dokumen ini ke kementerian sehingga harapannya tahun ini sudah bisa ditetapkan oleh kementerian KKP sebagai satu kawasan konservasi yang resmi untuk ada di Malut,” singkatnya.
Pewarta : Amirudin Ibrahim
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
