“Bagaimana kita menciptakan iklim investasi yang baik dan sehat di Morotai? Ini catatan penting yang harus ditindaklanjuti,” katanya.
Menanggapi sorotan tersebut, Wakil Bupati Rio Christian Pawane langsung memberikan penjelasan berbeda di akhir sambutannya.
Ia menegaskan perusahaan yang dimaksud dalam pernyataannya adalah calon investor yang akan didatangkan ke Morotai, bukan perusahaan yang selama ini sudah menjalankan kegiatan usaha di daerah tersebut.
“Investor yang saya maksud itu investor yang akan kita datangkan ke Morotai, bukan yang sudah ada. Kalau PT MMC dan PT Harta Samudra itu kan sudah ada,” jelas Rio.
Rio mengatakan pemerintah daerah saat ini justru tengah berupaya membuka ruang bagi investor baru untuk masuk ke Morotai, termasuk melalui pengembangan KEK.
Menurut dia, melalui Jababeka, pemerintah telah memperoleh informasi mengenai calon investor baru di sektor kelapa yang telah melakukan survei awal di Morotai. Investor tersebut disebut berencana mulai membangun dalam waktu dekat.
“Kemarin lewat Jababeka juga karena mereka KEK, sudah ada investor kelapa yang mau masuk ke Morotai. Kemarin mereka sudah survei awal, mungkin bulan depan mereka sudah mulai membangun seperti PT NICO di Halmahera Utara,” tandas Rio. (fay)