“Dalam waktu dekat tidak tanggungjawab maka saya tuntut balik kepada mereka. Rumah yang retak itu terdapat di beberapa lirang atau tembok rumah. Saya berharap mereka tanggungjawab saja,” pintanya.
Terpisah, Lurah Kelurahan Tobololo, Hidayat Aba saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui pasti terkait keretakan rumah warga dan pemalangan jalan menuju galian pasir tersebut.
“Warga dan pemilik galian tidak menghubungi saya. Jadi saya belum tahu. Saya pernah mengajak masyarakat untuk boikot aktivitas galian itu tapi ada masyarakat yang lain itu mempunyai kebutuhan disitu,” tuturnya.
Selain itu, alasan Hidayat mengajak masyarakat untuk memboikot itu, untuk meminimalisir dampak dari aktivitas galian tersebut karena jika terjadi sesuatu dan lain hal itu adalah tanggung jawab Lurah.
“Saya pernah di demo oleh ibu-ibu karena sempat buat gerakan tutup galian itu. Tapi mereka demo di kantor dengan alasan itu adalah kebutuhan dan lain lain,” jelasnya.