Di waktu yang sama salah satu pemuda Tobololo bernama Rian ikut berkomentar hak yang sama. Menurutnya, aktivitas galian di Tobololo sangat kompleks. Bahkan pembukaan lahan galian sudah sangat cukup besar.
“Aktivitas galian di sini sangat kompleks dan pembukaan lahan juga sudah sangat besar. Saya juga pernah melakukan investigasi soal pengukuran lahan,” kata Rian.
Dia mengaku pemilik galian C selalu berdalih ada izin pemerataan lahan. Namun, izin pemerataan lahan ini harus diperjelaskan. “Jadi masyarakat kerja di galian ketika kita membuat gerakan atau boikot selalu mendapat perlawanan,” jelas Rian.
Sementara pemilik galian C, Ongen mengaku pekerjaan menggunakan alat berat tersebut bukan miliknya. “Tong (kami) punya itu jauh dari rumah warga dan alat berat bukan milik torang, coba tanya yang satu,” singkat Ongen saat dikonfirmasi.
Ongen bahkan mempersilahkan kepada awak media untuk mengecek lokasi pekerjaan atau aktivitas galian C. “ Kalau apa, coba cek saja biar jelas. Karena saya punya jauh dari rumah warga,” pungkasnya.
Sementara Impo salah pemilik galian C di lokasi tersebut juga saat dikonfirmasi via telepon dan pesan whatsapp enggang merespons hingga berita ini diturunkan.(cr-02)