Mendengar cerita istrinya, Evan mengaku kesal, dan langsung melaporkan hal tersebut ke Pemdes. “Masa hal ini dikaitkan dengan Pilkades kemarin. Berbeda pilihan itu so selesai, katanya dong dendam saya itu sampe mati. Kira-kira kalau sampai 10 tahun berarti saya pe anak kelas 1 terus sampai 10 tahun,” geramnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Libano Desmon Durikasi dan Kaur Keuangannya Doni Hito, membenarkan telah menerima laporan dari warganya terkait masalah itu.
Bahkan dirinya mengaku sudah mendatangi langsung Kepsek yang bersangkutan, dan mendapat jawaban yang sama sebagaimana yang dilaporkan warganya .
“Itu yang pak Evan sampaikan betul. Dia (Kepala Sekolah) dendam jadi tara kase naik kelas, itu kepala sekolah bilang bagitu,” tutur Kades membenarkan.
Selain itu, menurut Kades, masalah yang sama juga dialami siswi lainnya yakni Dee Rajab yang baru duduk dibangku kelas 3 SD.
“Kalau yang satu Dea Rajab itu dalam raport pendidikan ditulis anak itu naik kelas. Namun setelah libur masuk anak itu dari kelas 3 sudah pindah ke kelas 4, setelah duduk di kelas 4, wali kelas 4 kase keluar dia. Katanya itu kenaikan kelasnya hanya salah penulisan,” ungkap Kades.
Bahkan saat dikeluarkan dari kelas, kata Kades, siswi tersebut sempat mendapat tindakan tidak menyenangkan dari wali kelasnya karena dikeluarkan dari kelas dengan cara di usir, sehingga menimbulkan taruna terhadap anak itu.
“Anak itu pulang, jadi ketika dong punya orang tua suruh besok sekolah dia so tara mau masuk, karena dia macam malu, karena awalnya dia diusir dari kelas,” ujar Kades.
