Gelombang Tinggi Akses ke Morotai Terputus

DARUBA – Kapal penumpang KM. Geovani yang saat ini berada di Manado Sulawesi Utara, kabarnya belum melakukan pelayaran ke Ternate dan Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), akibat cuaca extrime. Menurut pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Daruba Pulau Morotai, pelayaran KM Geovani baru kembali diizinkan nanti pada 18 Fabruari mendatang, bila mana cuaca sudah membaik.

“Saat ini Geovani terkendala di cuaca sejak tanggal 12 kemarin, jadi belum bisa berlayar dari Manado ke Ternate maupun Morotai. Selanjutnya mungkin tanggal 18 Februari sudah bisa beroperasi lagi dari Manado ke Ternate, dan tanggal 20 sudah tiba di Morotai,” ungkap Salman Alfaris Hamid salah satu petugas UUP kelas III Daruba, Kamis (13/2/2020).  Dijelaskan, penundaan pelayaran KM Geovani, karena berdasarkan himbauan BMKG gelombang setinggi 2 hingga 3 meter melanda perairan Batang II dan selat Halmahera.  “Karena gelombang tinggi, makanya demi keselamatan dalam berlayar, maka pelayaran ditunda,” katanya.  Sementara, KM Ratu Maria saat ini juga masih berada di Bitung Sulawesi Utara. Kapal tersebut masih dalam proses perbaikan fisik kapal. Namun, kabarnya sudah akan beroperasi pada 14 Februari besok.

“Untuk KM Ratu Maria rencana tanggal 14 Februari dari Bitung ke ternate, dan  kemungkinan hari Minggu baru berangkat ke Morotai,” ujarnya.  Sementara itu, Jhonlei salah satu ABK KM Geovani saat dihubungi turut membenarkan bahwa pihaknya masih belum diizinkan berlayar dari Manado ke Ternate.

“Iya karena ada badai di samudra pasifik, kemudian Maluku informasi dari BMKG Ternate ketinggian ombak dua hingga tiga meter. Jadi Minggu ini Goevani tidak beroprasi, nanti minggu depan tanggal 18 Februari,” singkatnya membenarkan. (fay)

Berikan Komentar pada "Gelombang Tinggi Akses ke Morotai Terputus"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*