Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Hingga Pekan Depan Pegawai BP2RD Kota Ternate Mogok Kerja - FajarMalut.com

Hingga Pekan Depan Pegawai BP2RD Kota Ternate Mogok Kerja

Pegawai BP2RD Kota Ternate Lakukan Mogok kerja

TERNATE – Aksi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate bakal berlanjut hingga Senin pecan depan.

Itupun jika sudah ada kepastian pembayaran insentif mereka untuk triwulan IV. Hal ini disampaikan Sekretaris BP2RD Kota Ternate Jufri Ali.

Jufri mengatakan, aksi ini terjadi karena insentif pajak dan retribusi daerah yang mestinya diberikan ke pegawai tidak bayarkan. “Padahal ini insentif pada triwulan IV tahun 2020,” katanya Kamis (14/01/20).

Menurut dia, pihaknya sudah komunikasikan dengan bagian keuangan terkait dengan insentif yang tidak dibayarkan itu. Dari penjelasan yang didapat, bahwa BPKAD menunggu pencairan DBH Provinsi Malut hingga kini belum cair, sehingga berdampak pada pembayaran insentif pegawai tidak bisa dibayarkan.

Selain itu juga kata dia, upah penagih Pajak Bumi Bangunan atau SPPT bagi pegawai maupun petugas di kelurahan, juga belum bisa dibayarkan akibat dari terlambatnya pencairan DBH. “Unjuk rasa ini terjadi karena hak-hak itu tidak dibayarkan, kalau TPP itu semua SKPD belum bayar, kalau insentif ini khusus Dispenda,” tegasnya.

Untuk nominal besaran yang diterima per orang, dia beralasan tidak terlalu mengetahui, namun dalam satu triwulan total seluruh insentif mencapai Rp.900 juta lebih khusus pajak dan retribusi daerah.

“Untuk pegawai yang berhak menerima itu sebanyak 115 orang, karena di dalam ada pegawai dan PTT, sementara PTT 40 orang ini kalau mau terima gaji kan harus SK baru, sementara itu belum ada sehingga mereka sangat mengharapkan insentif ini,” jelasnya.

Aksi mogok kerja ini lanjut dia, akan dilakukan sampai Senin pekan depan dengan harapan ada kepastian dari BPKAD. “Saya sebagai Sekretaris sudah berkoordinasi sampai ke level pimpinan, dan di janjikan akan dibayarkan pada tahun ini, tapi kalau waktunya belum tahu,” ungkapnya.

Dia mengaku, dengan kondisi kantor yang di boikot itu, maka pelayanan juga akan terganggu. “Untuk itu kami harapkan penyegelan ini jangan terlalu lama, karena ini berdampak pada pelayanan kita terhadap masyarakat, dan saya sudah kumpulkan mereka. Tapi suara terbanyak maunya sampai hari Senin,” tutupnya. Sampai saat ini pintu utama kantor BP2RD masih di gembok oleh ASN yang melakukan aksi. (cim)

Berita Terkait