Ikram Sebut Tahun 2027 Halteng Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Malut

Ikram juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Halteng tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga ditopang ekonomi lokal yang memberi kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Kontribusi pertambangan sekitar 8,40 persen, sedangkan ekonomi lokal mencapai 18,40 persen,” tandasnya.

“Tingginya konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh berbagai program insentif pemerintah daerah,” lanjut IMS biasa Bupati Halteng disapa.

Dikatakannya, Pemda Halteng terus menjalankan berbagai program pro rakyat, di antaranya pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit daerah dan puskesmas dengan alokasi anggaran sekitar Rp13 miliar per tahun.

Melalui program tersebut, seluruh biaya pengobatan masyarakat ditanggung pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, sehingga perputaran uang tetap berada di dalam daerah dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Selain program kesehatan gratis, Pemkab Halteng juga menjalankan program pendidikan gratis dan beasiswa bagi mahasiswa jenjang S1, S2 hingga S3, serta berbagai bantuan sosial berupa insentif bagi ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, janda, dan anak yatim piatu,” pungkas IMS di hadapan Gubernur Malut dan Deputi Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) seraya menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada investasi pertambangan, tetapi juga harus didorong melalui penguatan investasi ekonomi masyarakat dan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (udy)