WEDA – Turun dan berdialog langsung dengan masyarakat menjadi kebiasaan Pj Bupati Halteng Ir. Ikram Malan Sangadji (IMS) sejak dirinya dilantik pada 26 Desember 2022. Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin bagi IMS untuk menyerap informasi riil dari masyarakat.
Kali ini, setelah melakukan blusukan di Kecamatan Weda Tengah dan Kecamatan Weda Selatan, IMS kembali melakukan kunjungan di Kecamatan Weda Utara dan Weda Timur.
Di Weda Timur, Ikram bersama istri Rallia didampingi Sekda dan Ketua DWP Halteng serta sejumlah pimpinan OPD melakukan tatap muka dengan masyarakat desa Mesa dan desa Kotalo yang dipusatkan di pantai Barahima. Usai dari Weda Timur, IMS kembali ke Weda Utara dan bertatap muka dengan masyarakat di desa Sagea.
Sebagaimana amatan Fajar Malut, IMS menyampaikan lima program prioritasnya kepada masyarakat. Setelah itu dirinya melakukan dialog tanya jawab dengan masyarakat, terkait kondisi pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Weda Timur.
Seperti di Weda Timur, sejumlah guru honorer ia panggil untuk melakukan dialog langsung. Setelah menggali informasi, salah satu yang membuat IMS terkejut adalah sekolah di Kecamatan Weda Timur masih menerapkan pembayaran SPP.
Mengetahui itu IMS pun menginstruksikan kepada Kadis Pendidikan agar mulai saat ini tidak ada lagi pembayaran SPP di seluruh sekolah. “Mulai hari ini tidak ada lagi bayar SPP,” tegas Ikram disambut tepuk tangan warga.
Selain masalah pendidikan IMS pun menyentil persoalan kesehatan. Pada kesempatan itu, dirinya berdialog langsung dengan salah satu kader Posyandu.
Dari hasil dialog itu Ikram mengambil kebijakan menaikan honor kader posyandu dari Rp250.000 menjadi Rp500.000 per bulan.
Selain itu juga IMS meminta para Kades agar mendata ibu hamil dan menyusui (batas 2 tahun) agar diberi subsidi Rp1 juta per bulan.

