Di bidang kesehatan, IMS juga fokus pada penanganan stunting sehingga target 2023 stunting di Halteng bisa teratasi dengan baik.
Usai tatap muka di Weda Timur, IMS kembali ke Weda Utara (Sagea) untuk melakukan kegiatan yang sama.
Di Sagea, IMS mendengar laporan dari salah satu dokter Puskesmas Sagea, Humaira Hi. Bayan.
Dikatakannya jumlah dokter di Puskesmas Sagea sebanyak 2 orang dan keseluruhan petugas kesehatan sebanyak 49 orang. “Untuk wilayah Weda Utara tercatat sebanyak 6 ribu jiwa, belum pendatang yang bekerja di perusahaan (IWIP),” ucap Humaira.
Dia juga menjelaskan kasus yang sering terjadi di Puskesmas Sagea adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).
Selain itu untuk penanganan stunting di Weda Utara di desa Gemaf 1 orang (sementra penanganan), desa Sagea 3 orang, desa Fritu dan Waleh 2 orang sementara di Trans Waleh 2 orang.
“Sejauh ini penanganan stunting dilakukan atas kerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan sangat maksimal. Untuk itu target di tahun 2023 Weda Utara bebas stunting,” ujarnya.
Selain itu juga Humaira mengatakan untuk ibu hamil di Weda Utara terdata beberapa orang. Namun sisanya para pendatang yang tinggal di kosan tidak terdata. Sehingga pada saat hendak melahirkan baru mereka datang di Puskesmas.
Terkait itu juga, IMS meminta kepada pemerintah kecamatan dan desa agar bersama sama melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan. “Yang saya lihat saat ini tidak ada pohon di sepanjang jalan sehingga sangat panas, kalau ada pohon maka bisa menangkal panas dan debu, dampak positif yang lain adalah bisa mengurangi angka penyakit ISPA,” ucap Ikram. (udy)
