TIDORE – Kepala Desa Maitara Tengah (Maiteng), Muhlis Malagapi, angkat bicara terkait dengan data miskin ekstrem yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Dimana dalam data tersebut, menyebutkan desa Maitara Tengah memiliki jumlah miskin ekstrem sebanyak 49 KK. Namun setelah dilakukan verifikasi, ternyata data tersebut tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada di lapangan.
“Setelah kami verifikasi, itu di maitara tengah hanya terdapat 1 KK yang masuk dalam kategori miskin ekstrim, sisanya itu sudah masuk dalam kategori desil 3 atau kategori rentan miskin, bahkan ada 1 KK yang tidak layak lagi masuk dalam data masyarakat miskin, karena yang bersangkutan saat ini telah menjabat sebagai Ketua BPD dan anaknya adalah pegawai Bank dan Anggota TNI, ini menandakan Kementerian dalam penetapan angka miskin ekstrem tidak menggunakan data terbaru,” jelasnya.

