KAPAL Perempuan Gelar Pelatihan Penguatan Perspektif GEDSI 

“Baik itu dalam hal pengurusan identitas hukum masyarakat yang belum ada , kesejahteraan sosial masyarakat yang belum tercover oleh pemerintah, serta mereka sudah berani mendampingi kasus yang masuk di pos pengaduan ke Polres dan mereka juga sudah berani dan percaya diri  untuk memediasi setiap permasalahkan yang sekiranya bisa mereka selesai kan di desa,” terang Djuniar. 

Dengan adanya kegiatan ini, Djuniar mengaku mengaku sangat berterima kasih kepada KAPAL Perempuan Pusat dan INKLUSI yang telah mensupport YLBH PA Morotai dalam memberikan penguatan kapasitas pada perempuan akar rumput.

“Sehingga dari kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin perempuan lokal dimana mereka bisa berdaya dan punya perspektif keadilan gender yang memfasilitasi suara suara perempuan di perbatasan agar bisa didengar oleh para pengambil kebijakan,” ujarnya. 

Djuniar menambahkan capaian yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 80 persen peserta memiliki Perspektif GEDSI sehingga mampu menganalisis situasi dan masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan.

Lanjutnya lagi, peserta juga diharapkan memiliki kesadaran tentang pentingnya perspektif GEDSI bagi kerja-kerja pengorganisasian dan advokasi Sekolah Perempuan.