Bahtiar menambahkan, ini bukanlah masalah biasa yang harus dianggap remeh, karena berdampak langsung kepada masyarakat, sehingga harus secepatnya ditindak oleh pihak kepolisian maupun Pemkot Ternate agar dapat memberikan efek jera kepada yang bersangkutan.
“Apapun itu alasannya pihak kepolisian maupun Pemkot Ternate harus secepatnya menindak tegas pihak-pihak yang bersangkutan, hal itu dilakukan agar bisa membawa efek jera kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.
Sebelumnya, oknum Perwira itu saat dikonfirmasi via WhatsApp membantah soal kepemilikan pangkalan tersebut. Kata dia, awalnya pangkalan tersebut adalah milik mertuanya, namun menggunakan nama dari istrinya.
Hanya saja, semenjak mertuanya tidak lagi berada di Ternate, pangkalan diserahkan kepada Muksin Fauzi alias Oji, salah satu warga di Kelurahan Gambesi. “Pangkalan itu sepenuhnya saya sudah serahkan ke Oji, salah satu warga di Kelurahan Gambesi sejak tahun 2023,” katanya.
Sementara, kejanggalan lain muncul atas bantahan oknum polisi itu terkait penyerahan pangkalan sepenuhnya kepada Oji saat Kasubag BBM Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kota Ternate, Maimuna Katidja melakukan inspeksi mendadak (Sidak).
