Pasalnya, pada saat Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kota Ternate menghubungi oknum polisi terkait dengan mekanisme penjualan minyak tanah subsidi kepada warga karena kurangnya data pengguna Mitan yang tidak sesuai dengan jumlah kuota sehingga minyak yang disalurkan melebihi.
Oknum polisi itu justru menjelaskan berbagai hal dalam proses penyaluran kepada masyarakat, seperti pembagian kepada masyarakat sebanyak 25 liter per kepala keluarga, namun yang berlaku adalah 5 liter per jiwa, sehingga mengaku salah.
Anehnya, ia juga mengaku pada saat diberlakukan 5 liter perjiwa, justru mendapat protes dari warga bahkan dirinya meminta kepada pemerintah kelurahan untuk mensosialisasikan sehingga tidak terjadi unjuk rasa dari warga.
Dari penjelasan yang disampaikan kepada bagian ekonomi itu tentu berbeda dengan apa yang disampaikan kepada awak media saat melakukan koordinasi dengannya. Di mana, pangkalan tersebut masih berada di bawah pengawasannya dan saat ini dijaga oleh Oji.(cr-02)
