Kasus Penularan HIV Anak di Ternate Stagnan, Wirda : Jauhi Virus, Bukan Orangnya 

“Anak itu dia penasaran, kenapa dirinya harus minum obat dalam waktu jangka panjang, akhirnya kami juga pikir-pikir, kalau tidak disampaikan, takutnya si anak mendapatkan informasi yang salah justru lebih berbahaya, akhirnya kami sampaikan. Jadi sekarang, usia anak itu sedang memasuki fase remaja,”  ungkap Wirda menangani pasien HIV 15 tahun lalu. 

Selain itu, dia menambahkan, saat ini 11 Puskesmas di Kota Ternate sudah dilatih tentang cara atau memberikan pelayanan obat ARV terhadap pasien HIV, agar penderita mau berobat secara rutin. 

Dengan mengkonsumsi obat ARV, penularan ibu hamil dengan HIV dapat dicegah pada bayi yang dikandungnya. 

Olehnya itu, mantan Kepala Puskesmas Siko itu menghimbau, seluruh ibu hamil di Kota Ternate, wajib melakukan skrining, supaya  mengetahui terinfeksi HIV atau tidak. Karena dengan begitu, penularan pada bayi yang dikandung bisa dicegah sedini mungkin. 

Namun, dia mengakui, masih terdapat beberapa ibu hamil di Kota Ternate yang menolak melakukan skrining, karena masih takut dan kurangnya pemahaman tentang HIV.  “Makanya, karena bisa dicegah pada ibu hamil, kasus HIV pada anak di Kota Ternate tidak mengalami peningkatan,” ujar dia. 

Dia menyebutkan, upaya pencegahan itu mulai  dilakukan pada tahun 2013 sampai sekarang. “Makanya di tahun 2007 itu dan beberapa tahun sebelum 2013, kasus anak HIV terdapat 2 sampai 3 kasus dalam satu tahun,” tuturnya. 

Selain itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Ternate, agar tidak mengucilkan penderita HIV, karena yang perlu dihindari adalah virusnya, bukan orangnya.