Pelaksanaan pembangunan tersebut, Lanjut Hafidz, melingkupi tahap perencanaan, penganggaran, pengendalian dan evaluasi yang saling terhubung, sehingga mampu memberikan gambaran utuh terkait keberhasilan pembangunan pada periode tertentu.
“Besarnya skala dan cakupan pembangunan daerah tentu membutuhkan sinergi, integrasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, terutama dalam rangka mencapai sasaran pembangunan Daerah yang telah ditetapkan didalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan dijabarkan setiap tahunnya ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” tambahnya.
Senada disampaikan, Kepala Bapelitbang Kota Tidore, Abd. Rasyid Fabanyo, ia mengaku Lahirnya sebuah inovasi dalam pelayanan publik tidak semata-mata karena adanya tuntutan dari atasan maupun dipicu sebuah permasalahan, tetapi harus berdasarkan pada kebutuhan masyarakat yang menuntut pelayanan yang semakin prima.
“Setelah pelatihan kepemimpinan ini selesai, kami akan terus mengembangkan aplikasi ini, sehingga dapat menjangkau seluruh aspek perencanaan. Harapannya, melalui aplikasi ini dapat dapat membantu pemerintah daerah dalam mengontrol capaian dan target pembangunan daerah,” jelasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
