Sementara soal fee proyek dari Pokir tersebut, kata Abdurrahman, dirinya tidak tau menau akan hal tersebut. Baginya, Pokir yang diusulkan DPRD itu hanya dalam bentuk program, soal selanjutnya itu sudah menjadi ranah eksekutif. “Soal Pokir ini, nanti coba ditanyakan ke pak Sekda, karena usulan itu jauh sebelum pembahasan KUA-PPAS, sehingga mereka yang lebih tau,” ujarnya.
Ketika disentil mengenai rapat mendadak DPRD yang membahas akan masalah Pokir. On sapaan akrab Abdurrahman ini, membantah DPRD tidak melakukan rapat tersebut, melainkan hanya sebatas pertemuan yang membahas soal Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN).
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Mahmud Daya
