Kisah Dibalik Kepergian Bharatu Mardi Hadji

“Ketika almarhum meminta maaf dan mengaku sedih, tentu hal itu membuat saya bertanya apa yang menyebabkan dirinya sedih. Namun pertanyaan itu tidak dijawab oleh almarhum.” tuturnya.

Kata Fitria, ucapan yang sempat almarhum sampaikan kepadanya, seperti sayang Mahdi minta maaf, Fit harus terus sayang kepada Mahdi. Selain itu, dalam beberapa minggu terakhir, almarhum tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu.

“Salat lima waktu terus dikerjakan. Meskipun kerja tetapi almarhum tetap sempatkan waktu untuk tunaikan salat.” Ucapnya dengan berurai air mata.

Begitu tepat dihari Minggu, almarhum lantas ditelepon oleh pihak kantor untuk melaksanakan tugas, yaitu mengevakusi dua nelayan yang sempat mengalami mati mesin diperairan Kayoa Halmahera Selatan. Disaat itu, almarhum menyampaikan kalau akan pergi bertugas. Lanjut Fitria, dirinya sempat mengatakan kalau jangan pergi lantaran memiliki firasat kurang baik.

Namun, almarhum balik mengatakan bahwa kalau ini adalah tugas negara, sehingga dirinya hanya bisa mengingatkan kepada sang suami agar berhati-hati dan selalu menjaga diri dalam bertugas. Setiap almarhum bertugas ke luar daerah, ia sering mengantarkan ke pelabuhan. Namun malam itu, almarhum bilang kalau tidak perlu diantar, sehingga dirinya hanya bisa menuruti apa yang diucapkan oleh almarhum suaminya.