“Setelah berangkat, sekitar pukul 11.00.WIT, saya mendapat informasi dari grup ibu Bhayangkari kalau speadboat yang berangkat melakukan evakuasi dua nelayan itu mengalami insiden ledakan. Saya pun panik dan langsung menelpon almarhum, tapi telepon dan chat di WhatsApp tidak dibalas.” Ujarnya.
Setelah beberapa menit, Fitria menyatakan, dirinya kembali membaca informasi di grup kalau Bharatu Mardi Hadji dinyatakan meninggal dunia.
Dari situ, ia langsung memberitahukan kepada ibunya tentang informasi tersebut. Bahkan dirinya memutuskan untuk pergi ke pelabuhan sembari berdoa agar informasi itu tidak benar
Sebagai informasi tambahan, Bharatu Mardi Hadji merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam insiden ledakan speadboat RIB 04 milik Basarnas Ternate.
Selain Bharatu Mardi, ada dua korbanya lainya yang dinyatakan meninggal dunia. Mereka di antaranya Fadli M Malagapi dan M Riski Esa.
