KKP Ungkap Warisan Budaya Maritim di Kota Tidore

Kegiatan riset juga dilaksanakan untuk mengidentifikasi kondisi, profil dan potensi situs kapal karam di perairan Kelurahan Tongowai dan Tanjung Soasio beserta kondisi lingkungannya untuk pengembangan wisata bahari dan penentuan upaya pelindungan maupun pelestariannya serta mengetahui nilai signifikansi situs kapal tenggelam di perairan Tidore Kepulauan sebagai baseline data dan informasi dalam rangka penguatan narasi sejarah maritim Nusantara dan peran penting Tidore sebagai salah satu kosmopolis rempah di jalur rempah dan jalur sutra laut.

Nia menyebutkan, salah satu potensi pengembangan pariwisata bahari di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia adalah wisata selam kapal tenggelam yang akan menawarkan petualangan baru bagi para penyelam dan memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan masa lalu manusia.

Karena kapal karam adalah Time Capsule bersejarah. Shipwreck diving dapat memberikan pengalaman berbeda yang unik, tidak biasa, spektakuler, inspiratif dan mempesona kepada para wisatawan penyelam.

UNESCO menyebutkan bahwa sumber daya kapal karam sangat penting untuk sejarah maritim negara bersangkutan dan dapat menarik para penyelam dan penggemar sejarah yang akan menghabiskan uang dan waktu mereka untuk mendapatkan pengalaman dan mempelajari situs warisan bawah laut secara langsung.

Sekedar diketahui, untuk penyebarluasan hasil riset, BRSDM menyerahkan bahan-bahan materi display berupa poster, booklet, buku, story line tentang informasi warisan bawah air Tidore, serta rekonstruksi kapal trinidad, kepada Pemerintah Kota Tikep yang berpusat di Museum Sonyinge Malige, pada 4 Desember 2021 lalu melalui kegiatan diseminasi hasil riset kajian Arkeologi Maritim Situs Kapal Tenggelam untuk Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan dan Penguatan Narasi Sejarah dan Budaya Maritim di Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan diseminasi juga termasuk penandatanganan papan deklarasi “Let’s Save Our Underwater Heritage: Warisan Budaya Bawah Air Tidore” oleh Kepala Pusat Riset Kelautan beserta Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain, Perdana Menteri Kesultanan Tidore, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan, Kapolres Tidore Kepulauan, Wakil Kajari Tidore, Kepala Dinas Pendidikan Tidore Kepulauan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tidore Kepulauan, Kepala Museum Sonyine Malige Tidore, Camat Tidore, dan Kepala  LRSDKP.

Penyerahan materi diseminasi tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Kelautan kepada Staf Ahli Walikota yang mewakili Walikota Tidore Kepulauan, kepada Kesultanan Tidore, Kepala Museum Sonyine Malige, Kepala DKP Kota Tidore, Lurah Soasio, dan Lurah Tongowai. (ute)