DARUBA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Basri Rahaguna mengungkapkan dari hasil monitoring yang dilakukan Komisi I di dua Kecamatan, Senin (13/4) lalu, masih ditemukan banyak kelemahan dalam penanganan Covid-19 oleh Tim Satgas di tingkat Kecamatan.
“Kerja mereka maksimal hanya saja masih ada kekurangan dari segi fasilitas yang disediakan oleh Pemda, misalnya masker, sarung tangan, Alat Pelindung Diri (APD), vitamin dan lainnya,” ungkap Basri Rahaguna kepada Fajar Malut, Selasa (14/4) kemarin.
di Puskesmas Pulau Rao, ada petugas yang tidak dilengkapi dengan APD, masker dan sarung tangan saat melakukan pemeriksaan terhadap warga yang datang dari Tobelo. Padahal hal tersebut menjadi salah satu kebutuhan alat kelengkapan bagi tenaga medis dalam tugasnya menanggulangi wabah virus Corona.
“Petugas kesehatan yang berada di jembatan penyebrangan untuk melakukan pemeriksaan warga yang datang ke Pulau Rao dari Tobelo hanya bermodalkan alat pendeteksi suhu tubuh, ini sangat disayangkan. Kalau seperti ini tenaga medis kita yang jadi korban duluan, padahal mereka ini garda terdepan yang harus difasilitasi dengan baik,” kesalnya.
Ia berharap semua yang menjadi kekurangan dalam penanganan Covid-19 harus secepatnya disediakan terutama alat pendukung bagi petugas medis, sehingga anggaran Rp 47 miliar yang dialokasikan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 benar-benar tersalur sesuai harapan.” Saya pantau di lapangan dalam satu bulan ini memang banyak kekurangan baik di Satgas tingkat Kabupaten sampai Kecamatan dan kekurangannya hanya fasilitas yang tidak mendukung,” katanya. DPRD Morotai juga akan memantau ke Kecamatan Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai Jaya. Monitoring ini hanya untuk memastikan sejauh mana kinerja Satgas dalam penanganan virus Corona. (fay)


Berikan Komentar pada "Komisi I Nilai Penanganan Covid 19 di Kecamatan Banyak Kelemahan"